Keuntungan Menjadi Seorang Vampir

20.06


Jika kamu udah terlanjur jijik karena artikel sebelumnya, lalu berniat untuk batal menjadi vampir, maka sebaiknya pikir lagi. Karena dibalik duka, ada suka. Dan dibalik suka, ada duka. Dan dibalik duka, ada suka lagi. Dan diulangi sampai akhir zaman.

Walaupun gue malas (iri) untuk mengakuinya, tapi vampir memiliki beberapa keuntungan yang gak bisa didapat oleh manusia biasa, antara lain:

1. Hidup Selamanya
Siapa coba yang gak kepengen hidup abadi? Konon banyak orang di dunia, terutama orang-orang super kaya yang pendapat perharinya bisa ngasih makan rendang ke satu Kabupaten, yang berlomba untuk menemukan formula supaya hidup abadi. Ada yang menyuntikkan kimia ke kulitnya supaya tetap kencang, ada juga yang ngelakuin transplatasi bagian tubuh agar tetap kuat. Semua itu dilakukan sebagai upaya agar hidup panjang.

Nah, vampir gak butuh yang namanya cangkok ginjal. Mereka gak bakal kena gagal ginjal, apalagi Asma. Begitu menjadi vampir, gen penuaan mereka akan berhenti dan mereka akan hidup abadi. Satu alasan yang pasti, vampir gak bakal mati karena penuaan.


2. Tidak Tua
Sudah menjadi pengetahuan banyak orang bahwa vampir gak bisa tua, apalagi berkeriput. Kalo berkeriput, gue yakin Edward Cullen kemaren bukan kawin sama Bella, tapi sama Mpok Nori. 

Gen penuaan mereka akan terhenti begitu menjadi vampir. Sebagai contoh jika seorang manusia menjadi vampir di usia 25 tahun. Gen penuaannya akan terhenti di umur segitu, dan walau sudah bertahun-tahun berlalu, puluh tahun maupun seabad pun, mereka akan tetap terlihat 25 tahun. Asik, kan?

Yang susah kalo jadi vampir di usia tujuh puluh tahunan. Gak kebayang gimana rasanya pahit hidup kalo udah loyo, gak berenergi, kulit dipenuhi keriput, gak mati-mati pula. Apes.


3. Kuat
Menjadi vampir berarti memberimu kekuatan layaknya seorang vampir pula: kuat. Seorang vampir digambarkan bisa membunuh siapa saja dan sangat sulit untuk dibunuh, kecuali jika ditusuk dengan pasak di jantung. 

Dan gue gak percaya bahwa mereka takut dan bisa dilemahkan oleh bawang putih, itu sangat enggak masuk akal. Maksud gue - coba bayangin, deh. Vampir yang kuat, yang katanya bisa ngebunuh puluhan orang dalam sekali tebasan, yang gak bakal mati kena rudal, masa phobia sama bawang putih? Gak deh.


4. Gak Perlu Tidur
Hal terakhir yang gue suka dari vampir, adalah mereka gak perlu tidur, yang berarti menguntungkan dari segi efektifitas dan ekonomis. 

Dari segi efektifitas, vampir berarti dapat ngelakuin lebih banyak kegiatan di malam hari daripada manusia biasa karena mereka gak tidur. Tapi rasanya keuntungan ini sebenarnya kurang berguna juga. Memangnya apa yang bisa mereka lakuin tengah malam? Mau nonton, tapi bioskop tutup. Mau nge-gym, tutup juga. Paling setiap malem kerjaan mereka cuma clubbing sama makan McD, lalu beberapa bulan dengan rutinitas yang sama mereka bakal kena kolestrol.

Dan dari ekonomis, jelas satu hal: mereka gak perlu beli kasur. Hemat.

Sekian post gue mengenai Keuntungan Menjadi Seorang Vampir. Mengutip pernyataan blog sebelumnya, gue ingin mengingatkan bahwa walaupun keuntungan menjadi seorang vampir sangat banyak, tapi tidak ada yang lebih mulia daripada menjadi seorang manusia, apalagi manusia yang bertakwa. Azek.

You Might Also Like

4 Komentar

  1. Nambahin bro, jadi vampir juga bisa main film kan? hehe.. bisa nikah sama manusia pula

    BalasHapus
  2. jadi vampir ga perlu takut item. orang ga pernah kena sinar matahari hahha

    BalasHapus
  3. Vampir bisa berubah jadi kelelawar dan bisa terbang
    haha


    salam kenal ya saya baru main ke sini

    BalasHapus
  4. Paling setiap malem kerjaan mereka cuma clubbing sama makan McD, lalu beberapa bulan dengan rutinitas yang sama mereka bakal kena kolestrol.

    dan tetep aja vampir gak bisa sakit. hahaha.
    gua ngakak yang jadi vampir di usia 70. apes bener. hahaha

    BalasHapus

Mari berkomentar agar hati senang

Subscribe