Apa Yang Salah Dengan Indonesia?

19.03

Kalo ngomongin tentang Indonesia, mungkin kita bisa ngabisin waktu yang sangat lama. Bisa beberapa jam, beberapa belas jam, beberapa hari, bahkan kita bisa mendirikan perkemahan dua malam buat ngomongin soal negara tercinta kita. Politik, sosial, ekonomi. Hampir semua sektor punya isu yang berbeda-beda. Dan kalo nanti gue punya usaha travel, gue punya satu mimpi untuk mengadakan tour empat hari tiga malam di Papua yang rencana kegiatannya cuma satu: Debat. Isinya anggota parpol semua.

Kembali ke topik awal, Apa Yang Salah Dengan Indonesia, sehingga negara ini gak pernah mengalami kemajuan. Coba bayangin, dengan negara yang sangat luas, bahkan luas banget, SDA yang katanya melimpah, lalu populasi keempat terbesar di dunia, masa kita bukan bersaing dengan negara adikuasa kayak Tiongkok atau Amerika, dan malah kesulitan bersaing dengan negara macam Thailand, Filipina, dan malah kalah dari Singapura?


Semua kembali ke unsur-unsur pendukung. Dan berikut, beberapa hal yang salah dengan Indonesia menurut gue:

1. Pejabatnya
Sebuah stigma negatif bahwa pejabat gak bisa jauh dari yang namanya korupsi sudah melekat di pikiran kita. Malah bisa dibikin rumus, yang isinya "Pejabat = Korupsi". Stigma ini akibat dari betapa kecewanya masyarakat kita terhadap kinerja pejabat publik yang makin gak jelas, dan malah berani minta dana sampe 20 miliar buat tiap anggotanya. Kan lucu?

Memang gak 100% pejabat publik yang melakukan korupsi, ada banyak contoh pejabat yang bersih dari praktik korupsi dan malah ingin memberantas korupsi. Tapi jika jumlah pejabat bersih tersebut dibandingkan dengan jumlah pejabat yang melakukan korupsi, rasionya masih sangat-sangat-sangat jauh. Ya, namanya juga orang Indonesia. Enggak tahan lihat duit banyak.


2. Budaya-nya
Indonesia terkenal akan budaya yang beragam. Budaya yang sangat indah yang terdiri dari bermacam budaya adat, budaya sastra dan budaya yang lainnya. Tapi, budaya positif tadi semakin lama makin hilang karena pola masyarakat yang terkesan acuh, dan malah melestarikan budaya negatif, contohnya budaya kekerasan.

Kekerasan sudah menjadi teman akrab masyarakat dalam mengarungi perjalanan bernegara. Kekerasan dapat diterapkan di semua sektor, seperti politik, ekonomi, bahkan pendidikan. Sebagai contoh banyak anak muda gak bersalah yang mati karena ke-brengsek-an seniornya yang menggunakan kekerasan ketika sedang melakukan ospek maupun mos. Dan walau setiap tahun pasti ada korban jiwa karena prakter tersebut, institut pendidikan ataupun pemerintah seakan tutup mata, dan malah di beberapa kesempatan seakan mendukung agar terjadinya tradisi paling tidak berguna dalam kehidupan bernegara.


3. Mind Set Masyarakatnya
Gimana Indonesia bisa maju, kalo masyarakatnya sendiri gak menghargai barang Indonesia? Oke, gue ngaku kalo gue suka pake barang-barang luar. Malah gue enggak pernah beli barang-barang merk Indonesia, bukan juga merk Eropa. Gue lebih suka barang Cina *Cina detected*.

Tapi setidaknya untuk sektor lain yang memang kualitas kita bersaing dengan negara lain, seperti buah-buahan dan makanan, kenapa masih saja ada orang yang hobi buat beli buah impor dari Korea? Emangnya jeruk Indonesia kalah cakep dari jeruk Korea? Gak mungkin, kan, kalo jeruknya juga ikut-ikutan operasi plastik.

Masih banyak yang salah dengan Indonesia. Tapi kalo gue lanjutin, mungkin tulisan gue dapat dijadikan buku, dan gue mungkin bakal dijadikan calon kepala daerah oleh parpol. Dan karena gue enggak mau jadi terkenal kalo direkut parpol, tulisan gue kelar sampe sini. Ciao!

*Postingan ini juga terbit di Nyunyu 

You Might Also Like

3 Komentar

  1. Yah masih banyak lah yang terjadi di negara ini, mungkin ya bisa dijadiin novel berjilid kalau mau dibukuin soal apa yang terjadi di negara ini

    BalasHapus
  2. ya seperti ini keadaan bangsa kita... :v semoga lekas sadar aja deh bangsa kita

    BalasHapus
  3. Iya betul, tapi ya bro kl dipikir kayak gitu terus ngga ada abisnya. Mending kita coba berkarya nyata aja, siapa tau nanti bisa bangun negeri kita yg lebih baek. :)

    Btw, salam kenal ^^

    BalasHapus

Mari berkomentar agar hati senang

Subscribe