Beberapa Alasan Kenapa Kelulusan Sekolah Tidak Perlu Dirayakan Berlebihan

17.15

Dekat-dekat pengumuman kelulusan sekolah, biasanya semua orang jadi deg-degan. Siswanya pada deg-degan lulus atau enggak. Bukan cuma siswa, masyarakat dan pihak keamanan juga dibuat takut kalo nanti siswa-siswi yang lulus pada ngelakuin konvoi dan malah bikin ricuh di jalan.

Tiga tahun hidup di sekolah lengkap dengan segala hiruk-pikuk tugas, ulangan, dan omelan guru tiap hari emang cukup membuat stress. Gue enggak nyalahin kalo siswa yang lulus emang perlu merayakannya, tapi jangan terlalu dirayakan.

Berikut Beberapa Alasannya:

Bisa Buat Masalah
Seperti yang gue omong diawal. Meskipun enggak semua, tapi kelulusan sekolah kerap identik dengan hal-hal yang berbau kenakalan. Siswa yang lulus entah kenapa seperti menjadi Tuhan dalam satu hari dan bersikap seenaknya termasuk dengan orang sekitar.

Gak jarang juga, gue sering menemui beberapa siswa yang lulus, jadi berani nge-bully adik-adik kelasnya atau sekedar orang yang lewat di depan mereka. Emang lulus sekolah bisa bikin elo jadi Superman, ye?


Dicap Negatif
Dampak dari konvoi di jalan dan corat-coret baju, adalah kamu akan dicap jelek oleh orang sekitar. Seorang yang baru lulus menempuh pendidikan namun tidak berpendidikan. Agak bingung kan kata-kata gue barusan? Sama, gue juga bingung.

Oke deh kalo kamu bilang masa bodoh dengan orang-orang sekitar. Toh kamu baru lulus dan itu harus dirayakan. Tapi begitu eurofia kelulusan selesai dan kamu sudah kembali ke alam nyata, mungkin kamu baru akan merasakan dampaknya. Siapa tahu kemarin orang yang melihat kamu konvoi di jalan adalah dosen salah satu universitas impianmu, sehingga nanti kamu akan dipersulit masuk. Atau jangan-jangan anak kecil yang kamu cegat di gang kemarin adalah anak dari tetangga sebelah yang profesinya binaragawan. Mampus, kan?


Awal Dari Perjalanan Panjang
Kalo menganggap lulus sekolah seperti akhir dari perjalanan kehidupan, kamu salah besar. Ini baru awal dari sebuah perjuangan yang keras. Setelah lulus sekolah, kamu harus berjuang masuk ke kuliah. Setelah susah-payah diterima kuliah, kamu masih harus menghadapi jenuhnya beberapa tahun menyelesaikan pendidikan. Dan setelah mati-matiaan lulus setelah menghadapi skripsi yang konon katanya dapat merengut masa muda remaja, kamu masih harus mencari kerja dan bekerja seumur hidup.

Ribet, kan?

Belum lagi ditambah perjuangan sampingan seperti mencari pasangan hidup, mencari peluang bisnis, dan mencari apapun yang bisa dicari lainnya.

Jadi, setelah membaca semua ulasan diatas, kalian masih mau corat-coret baju?

You Might Also Like

0 Komentar

Mari berkomentar agar hati senang

Subscribe