Kebodohan Yang Mereka Sebut Cinta

20.18

Gue percaya bahwa cinta adalah sumber kehidupan. Tanpa cinta bokap-nyokap, mungkin sekarang gue belum lahir dan masih menunggu giliran reinkarnasi (mungkin sebelumnya gue berwujud monyet).

Gue juga percaya, kalo manusia enggak bakal bisa hidup tanpa cinta. Rasanya enggak kebayang kalo harus hidup tiap menjalankkan rutinitas memuakkan yang sama tanpa kehadiran cinta (walau sampai sekarang gue belum punya pacar).

Maka gue percaya, kalo cinta itu pantas diperjuangkan. Orang rela rugi demi cinta. Orang rela jatuh-bangun demi cinta. Bahkan, orang rela mati demi cinta. 

Tapi lama kelamaan, rasanya nilai sakral cinta jadi semakin rendah. Dengan dalih berani mati demi cinta, banyak orang yang dengan entengnya bunuh diri, entah karena cintanya ditolak atau enggak direstui orang tua pacar. Ya, sesimpel itu mereka bunuh diri.

Bahkan, yang terbaru - kecelakaan Germanwings. Kabarnya, sang ko-pilot rela membunuh ratusan nyawa penumpang hanya karena masalah cinta-nya. Sedih, ratusan nyawa ditukar dengan satu hati yang patah. Sinting.

Dan berikut, Beberapa hal lain seputar Kebodohan Yang Mereka Sebut Cinta:

1. Menjaga Pacarnya Dari Orang Lain
Gue sering menemukan cewek yang membatasi kontak pacarnya dengan wanita lain. Jadi peraturannya: selain si nyokap pacar, enggak boleh ada wanita lain yang berhubungan dengan si cowok, secara verbal maupun non-verbal. Dan kalo ada cewek yang berani berhubungan, kemungkinan terbesar si pacar akan ngajak ribut si cewek tersebut. Edan.

Itu pacar atau pembantu, sih? Kok diatur mulu.

Oke gue tahu cewek banyak berkilah melakukan hal tersebut untuk menjaga cowoknya dan hubungan mereka. Gue lumayan setuju, karena gue juga mengakui cowok - kami adalah spesies yang dapat menyukai wanita hanya dari satu tatapan saja. Dan juga, nafsu kami besar.

Tapi, apa indahnya hubungan tanpa kepercayaan? Apakah dia enggak takut, kalo pacarnya malah jenuh dan jadinya ada niat buat selingkuh? 

Kalo kata Cak Lontong: MIKIR.


2. Menyiksa Diri Sendiri
Ternyata bukan K-pop Korea saja yang sedang booming. Tren menyiksa diri sendiri juga sedang naik daun, seperti menyilet tangan sendiri. Sumpah, gue enggak ngerti dimana bagian nikmatnya, kalo harus menyilet nadi sendiri supaya Zayn Malik enggak keluar dari Directions.

*Lalu lima menit kemudian rumah gue dibakar Directioners.

Ayolah teman-teman, apa enggak ada cara lain yang lebih waras buat menunjukkan cinta? Kalian bisa memberinya perhatian lebih, mencintainya setulus hati, bahkan cari yang baru kalo memang sudah pasti enggak bisa. Tapi, kenapa harus sampe menyakiti diri sendiri? 

Gue langsung mengasumsikan orang yang menyilet tangannya sendiri dan hal menyakitkan lainnya sebagai seorang yang berpendidikan rendah. Perlakukannya itu seakan menegaskan kalo dia bodoh.


3. Bunuh Diri
Kebodohan paling tolol yang mereka sebut cinta. Bagaimana mungkin perasaan sebanding jika ditukar dengan nyawa?

Gue ngaku kalo gue cinta setengah mati dengan novel Romeo and Juliet karya Shakespeare. Cinta dapat dianalogikan sebagai kekuatan terbesar manusia, bahkan mengalahkan ketakutan akan maut. 

Tapi, itu tetap sebuah fiksi, dan semua orang tahu kalo yang mati adalah Romeo dan Juliet. Dan kalo elo berani mati demi cinta agar sama dengan mereka, gue pastikan enggak bakal ada orang yang peduli dengan kematian lo, enggak bakal ada, kecuali keluarga lo. Dan kalo kisah cinta mereka ditulis kedalam novel, mungkin kisah lo juga akan ditulis. Ditulis di koran bagian lelucon, karena kematian lo enggak lebih dari kekonyolan.

Sekian posting gue mengenai Kebodhoan Yang Mereka Sebut Cinta. Pastikan kalian enggak masuk di salah satu kategori. Dan jika ada yang punya pendapat lain, mari bagikan di comment box!

You Might Also Like

0 Komentar

Mari berkomentar agar hati senang

Subscribe