Beberapa Alasan Kenapa Resolusi Tahunan Selalu Gagal

18.48

Pergantian tahun pastinya tidak pernah terpisah dari beberapa tradisi tahunan, seperti kembang api, jagung bakar, konvoi kendaraan, dan lain-lain. Dari sekian banyak tradisi, membuat resolusi tahunan menjadi hal yang wajib bagi sebagian orang, terutama mereka yang ambisius.

Namun seiring waktu bergulir, ternyata bukan masa muda saja yang mulai pudar, tapi resolusi tahunan juga. Tiga bulan pertama setelah resolusi dibuat, semangat masih menggebu. Ambil contoh untuk yang resolusi tahunannya adalah diet. Awalnya dia gak bakal menyantap makan siang ataupun malam. Sarapannya pun cuma bawang bombay dimakan mentah. Berat badannya mulai turun 1-2 kilo. Bulan keempat sampe keenam, semangat itu pun mulai pudar. Dia mulai mengkonsumsi makan siang dan malam lagi. Sarapannya berubah menjadi daging ayam mentah. Berat badannya pun tidak berkurang lagi. Bulan selanjutnya sampe akhir tahun baru, dia lupa kalo resolusinya diet. Porsi makannya ditambah jadi: sarapan, makan menjelang siang, makan siang, makan menjelang sore, makan sore, makan menjelang malam, makan malam, makan tengah malam, makan subuh. Sarapannya sudah berevolusi menjadi satu ayam goreng lengkap. Bahkan dengan anak-anaknya. Berat badan yang awalnya turun sekilo, kembali naik sampe 30 kg. Bakal laku keras kalo dijual di pasar.

Nah, berikut gue akan membahas Beberapa Alasan Kenapa Resolusi Tahunan Selalu Gagal:

1. Kurang Motivasi
Penyebab yang dialami oleh kebanyakan orang. Kurangnya semangat dan tekanan membuat orang tersebut menjadi malas dan lantas melupakan resolusinya. Setelah melupakan resolusinya, dia akan menghabiskan tahun dengan biasa-biasa saja. Menyebalkan, bukan?

Untuk mengatasi kurang motivasi, saran gue adalah kalian harus ingat alasan awal kenapa kalian membuat resolusi. Ingat apa yang ingin kalian lakukan begitu tercapai, dan ingat siapa mantan yang ingin lo bikin menyesal setelah berat badan lo turun.

2. Keadaan Tidak Memungkinkan
Lo punya resolusi supaya tahun ini berat badan turun sepuluh kilo. Tapi, di kamar lo ada kaleng biskuit, coklat batangan, dapur mini lengkap dengan sayur, bahkan bartender. Gue enggak tau kenapa sampe ada bartender. Nah, dengan keadaan seperti itu, mungkinkah lo dapat diet?

Jawabannya adalah mungkin, tapi susah setengah mati. Walaupun lo sudah sekuat mungkin untuk menangkis nafsu, tapi hati kecil selalu berbirisik tiap kali lo menatap ke coklat batangan yang renyah itu, "Aku lapar.", lalu kesadaran lo mulai menipis, dan hasilnya. Saat lo bangun, terjadi krisis beras nasional karena lo.

3. Tahun Depan Aja
Setiap ditanya tentang progress resolusinya, jawabannya beragam, tapi mengandung satu arti yang sama, "Tahun depan aja baru dilakuin." Orang-orang yang termasuk golongan ini akan terus berdalih bahwa mereka akan mencapai resolusi tahun ini pada tahun depan. Sukur-sukur kalo tahun depan emang dijalani, tapi kalo masih belum terlaksana, niscaya mereka akan terus menyebutkan tahun-tahun berikutnya untuk menyelesaikannya.

Sampe-sampe, resolusi mereka untuk tahun depan adalah, "Menamatkan resolusi tahun lalu yang merupakan resolusi dua tahun lalu dan dibuat tiga tahun lalu."

Sekian menurut gue mengenai Beberapa Alasan Kenapa Resolusi Tahunan Selalu Gagal. Gimana dengan kalian?

You Might Also Like

7 Komentar

  1. Mungkin aku gara-gara terlalu terbawa oleh angan yang tidak pasti. Ngomong apa gua barusan ???

    BalasHapus
  2. 4. resolusinya ketinggian ato abstrak.
    mau beli motor tahun ini, tapi masih nganggur. mau jadi orang sukses. sukses yang bgmn? males-malesan itu juga sukses. sukses males-malesan tapi. hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Atau dengan kata lain, resolusinya enggak realistis. Jadinya ya, mustahil, atau terlalu susah.

      Hapus
  3. Wuhuhu, emang bener sih itu yang ketiga. gue boleh nambahin nggak.? boleh dong ya, mungkin juga perlu dorongan dari pihak lain atau dari pacaar, ortu, atau orang-orang terdekat, bener nggak ?

    BalasHapus
  4. menurut gue kebanyakan mereka termasuk (gue) cuman berharap, tanpa melakukan proses untuk mewujudkan harapannya. itu yang harus dihilangkan. lebih banyak action kedepannya bukan harapannya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, itu adalah masalah bagi semua orang. Gue pun begitu. Malah sebenarnya resolusi kita sudah realistis, cuma niatnya gak ada. Jadi pasti gagal.

      Hapus
  5. kurang motivasi menjadi dasar resolusi tahunan lewat begitu saja nih kak :(

    BalasHapus

Mari berkomentar agar hati senang

Subscribe