Tahap-Tahap Dalam Pacaran

20.41

Menurut gue, pacaran terbagi menjadi dua jenis: Pacaran "beneran" dan pacaran "monyet". Masih menurut gue, sang pakar cinta-tapi-jomblo, pacaran monyet ialah pacaran yang durasi hubungannya tidak lebih dari 2-3 bulan. Sedangkan pacaran beneran adalah yang durasinya sudah melebihi satu tahun.

Gue punya beberapa temen yang sudah pacaran lebih dari satu tahun, dan mereka terlihat bahagia. Mungkin karena sudah lama bersama, jadinya mereka mengerti kebiasaan satu sama lain dan dapat menerima segala macam kekurangan mereka.

Tapi tahukah lo, bahwa pacaran yang harmonis seperti itu tidak langsung terjadi begitu saja? Selalu ada proses di dalam sebuah kesuksesan, termasuk kesuksesan hubungan. Dan itu tidak mudah.

Menurut survey dari 100 pasangan yang sebenarnya tidak pernah gue lakukan, maka gue mengelompokan tahap-tahap pacaran tersebut menjadi 6 fase:


Fase Pertama
Waktu terjadi: Bulan Pertama Pacaran
Mulai tumbuh benih cinta di hati mereka berdua.Ibarat malu-malu kucing, mereka masih malu untuk mengungkapkan. Selain gejolak untuk kentut, ada gejolak cinta yang sangat besar namun tertahan karena diblokade oleh gengsi. 

Pada akhirnya salah satu akan mulai mengalah dan memberanikan diri untuk mengajak nge-date duluan.

Selaput darah: aman.


Fase Kedua
Waktu terjadi: Bulan Kedua-Ketiga Pacaran
Seiring berjalannya waktu, suasana kaku yang timbul diantara mereka berdua perlahan ikut hilang. Sekarang keduanya sudah lebih berani untuk mengungkapkan diri mereka dan terbiasa dengan kehadiran satu sama lain.

Jumlah rasio nge-date pun semakin bertambah. Bukan hanya rutin nonton bioskop atau candle light dinner saja, mereka sekarang sudah berani mulai pergi ke tempat-tempat sepi untuk bermesraan. Ciuman dan pelukan perlahan menjadi kebiasaan. 

Selaput darah: masih aman.


Fase Ketiga
Waktu terjadi: Bulan keempat-kelima pacaran
Bila digambarkan dalam kurva, maka sekarang kurva akan mencapai titik tertinggi. Kedua orang ini sudah dapat mengekspresikan diri mereka dengan sangat bebas. Suasana kaku sudah menjadi masa lalu. Perasaan nyaman ikut muncul dan fantasi untuk melanjutkan hubungan ke jenjang berikutnya mulai timbul.

Jumlah nge-date pun ikut bertambah menjadi yang terbanyak. Tidak ada yang dapat memisahkan mereka saat ini, kecuali sekat pembatas wc di mall, itupun bila si cowok tidak ingin digampar dengan kloset jika ikut ceweknya pipis. Selain itu, raba-rabaan mulai terjadi. Disini pacaran mulai berbahaya.

Selaput darah: Mulai robek.


Fase Keempat
Waktu terjadi: Bulan keenam-ketujuh pacaran
Karena terlalu sering bersama, kesuntukan jelas menghampiri. Mereka mulai bosan satu sama lain, dan perlahan mencari celah untuk pergi bareng teman atau bahkan gebetan baru.

Pertengkaran kecil juga mulai terjadi diantara mereka. Si cewek marah, si cowok juga ikut marah. Si cewek teriak, si cowok juga ikut teriak. Si cewek nangis, si cowok merana.

Selaput darah: sudah robek dengan sempurna.


Fase Kelima
Waktu terjadi: Bulan Kedelapan-Kesembilan pacaran
Siaga satu! hubungan mereka akhirnya mencapai titik terendah. Perang menjadi hal yang tidak terhindarkan. Si cewek akan menyerang dengan banyak sekali tuduhan perselingkuhan, penipuan, bahkan ada yang menuduh si doi telah menggoda mamanya. Sedangkan si cowok mempertahankan dirinya dengan segala macam alasan hasil sumbangan teman-temannya.

Cinta yang dulu timbul seperti bunga Mawar yang anggun, sekarang telah dipenuhi oleh duri. Duri yang mulai menyayat hati mereka dan meragukan alasan mereka untuk saling mencinta.


Fase Keenam
Waktu terjadi: Bulan Kesembilan Pacaran
Perang dunia ketiga yang disertai banyak tembakan tuduhan dan bom tangisan telah usai. Mereka berdua sudah capek dan tidak tahan lagi.

Mereka akan melakukan perundingan terakhir, yaitu mau dibawa kemana hubungan mereka. Apakah melanjutkan sambil saling memperbaiki kekurangan satu sama lain, atau mengakhiri untuk sekarang dan selamanya.

Mengakhiri artikel ini, ijinkan gue untuk memberikan kesimpulan:

Jangan pernah memulai suatu hubungan.
Bukan karena akan terjadi peperangan hati.
Bukan juga karena akan banyak perasaan yang terkorban.
Dan bukan pula karena selalu ada bekas luka pada akhirnya.

Namun karena satu hal,
Hal yang mendasar namun pasti,
Yang melarang kalian untuk pacaran,
ialah karena gue sendiri belum.

You Might Also Like

2 Komentar

  1. wkwkwkwkw....... bocor nh ahh

    BalasHapus
  2. wkkwkw itu pengalaman pribadi ya . pake selaput dara hahhaa

    BalasHapus

Mari berkomentar agar hati senang

Subscribe