Jenis-Jenis Pedagang yang Berjasa Dalam Masyarakat

18.38

Dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara, maupun bercinta, pedagang sering kali dicap sebagai sosok buruk yang hobi menggeruk uang dengan cara licik, meskipun tidak sampai menyantet. Selain itu, muncul pula sebuah anggapan yang menuduh bahwa pedagang di Indonesia suka memasang harga yang tinggi untuk barang jualannya, meski kualitasnya jelek. Anggapan itu tidak benar, sekaligus tidak salah, terutama untuk operator-operator kampret itu yang selalu menaikkan harga paket meskipun sinyalnya semakin jelek.

Di balik semua anggapan buruk dan cacian, ternyata ada beberapa pedagang yang berjasa besar dalam masyarakat, dan memegang peranan penting dalam menjalankan roda pemerintahan dan kehidupan masyarakat.

Berikut, Beberapa Pedagang yang Berjasa Dalam Masyarakat:

1. Penjual Mie Instan
Apa makanan anak kos di awal bulan? Mie. 
Apa yang dimakan anak kos di tengah bulan? Mie.
Apa pengganjal perut anak kos di akhir bulan? Mie.
Saking seringnya makan mie, gue yakin mereka akan mencret kalo sehari aja bolos makan mie.

Karena sudah menghidupi banyak orang, dan mungkin sebentar lagi akan dijadikan sebagai makanan nasional Indonesia, penjual mie instan pantas dianggap berjasa, bahkan jika perlu dimakamkan di makam pahlawan karena pengabdiannya menjual penyambung hidup orang banyak (baca: anak kos).


2. Penjual Pulsa
LDR dapat disebut sebagai ujian terberat dalam sebuah percintaan, bahkan lebih berat daripada seorang pacar yang menghadapi ceweknya sedang PMS tiga bulan tanpa henti. Untuk mempertahankan hubungan dari tuduhan-tuduhan selingkuh, komunikasi menjadi hal terpenting dalam LDR.

Maka dari itu, pulsa jelas menjadi nyawa dari sebuah LDR. Tanpa pulsa, tidak ada komunikasi, yang akan berimbas kepada terjadinya fitnah-fitnah asal. Maka dari itu, gue mengangkat si penjual pulsa menjadi orang kedua yang berjasa, sebab tanpa jasanya itu, mungkin sungai ciliwung tidak lagi penuh dengan sampah, tapi bakal penuh dengan mayat-mayat manusia hasil bunuh diri karena putus LDR.


3. Penjual Obat Kuat

Tahukah kalian, bahwa harmonis-tidaknya suatu hubungan pernikahan ditentukan oleh seberapa kuatnya gesekan adik kecil suami ke sang istri? 

Ditakutkan, istri yang tidak terpuaskan akan menyebabkan hubungan pernikahan itu renggang, dan ditutup dengan perceraian. Ini gawat. Nantinya, mayat di sungai Ciliwung akan bertambah lagi.

Oleh karena itu, mas-mas berpenampilan kekar yang sering memakai kaca mata hitam agar penampilannya disamarkan, dan suka menawarkan obat kuat dari pintu ke pintu pantas diangkat sebagai pedangan yang berjasa.


4. Penjual Ilmu

Satu-satunya penjual di daftar ini yang tidak mementingkan harga, namun lebih megutamakan kepentingan konsumen. Siapa lagi kalo bukan guru, pahlawan tanpa tanda jasa.

Bayangkan jika tidak ada pedagang satu ini, mungkin kita masih bodoh sampai sekarang, dan artikel ini tidak akan pernah ditulis karena gue sendiri tidak bisa menulis, dan pembacanya buta huruf.

Jasanya memang besar, namun ketidak-adilan selalu menemainya. Walau memegang peranan penting dalam negara, gaji guru relatif kecil dibandingkan gaji-gaji para pedagang lain yang dapat membeli sebongkah berlian, seperti lagu Wali.

Namun itulah hidup, life goes on. Kita hanya dapat berdiam dan pasrah, tapi tidak lupa untuk selalu menaruh respect yang besar.


Forza Pedagang, Viva Indonesia!

Ada pedagang lain yang menurut teman-teman juga turut berjasa? Mari bagikan di comment box!

You Might Also Like

1 Komentar

  1. Mereka berjasa, tapi kadang hanya dipandang sebelah mata... kasian ya padahal tanpa mereka kita mungkin merasakan dampak yang engga pernah kita sadari :'D

    BalasHapus

Mari berkomentar agar hati senang

Subscribe