Cara Keluar dari Friendzone

19.18

"Intinya, aku udah ditinggalin. Secara tragis" Kata cewek itu sambil berusaha menghapus air yang perlahan turun dari matanya. 

"Udah. Aku tau kok dia jahat, gak cocok sama kamu." Gue membetulkan posisi bahu yang sudah agak miring karena lama disandari oleh cewek tersebut. 

"Kenapa ya, aku gak bisa dapet cowok baik-baik?" Tanyanya polos.

"Yah, mungkin masalah waktu aja." Gue menghela nafas yang panjang, mencoba menerka kenapa cewek itu tidak sadar bahwa cowok baik-baik yang dia idamkan sedang berada di sebelahnya.

"Mungkin, ya."

Dengan memberanikan diri, gue nekat memegang tangan kecilnya yang dingin. "Aku mau ngomong."

"Ngomong apa?" Tanya-nya melongo.

"Aku suka kamu."

Senyum lebar menghiasi wajah si cewek. Wajahnya bersinar-sinar seperti emas begitu mendengar pernyataan gue. Ada keinginan untuk mimpi basah di tempat, mengira cinta gue tidak bertepuk sebelah tangan, sampai dia menjawab, 

'Aku juga suka kamu. Kamu adalah sahabat terbaikku.' 

...

Tae.

Friendzone.

Kita semua menghindarinya. Sebuah jenis hubungan baru yang terbentuk berkat inovasi kreatif para insan-insan alay di Indonesia. Setelah masa kakak-adek, masa papi-mami, sekarang datanglah masa "sahabat".

Bagi yang belum mengenal siklus ini, mungkin kalian akan berpikir bahwa tidak ada yang salah dengan bersahabat. Memang. Tapi untuk kalian ketahui kebenarannya, friendzone adalah suatu zona dimana cewek menjadikan seorang cowok yang suka dan sangatlah baik kepadanya menjadi seorang sahabat. Tidak lebih.

Karena tidak enak masuk friendzone, tapi lebih enak masuk Timezone, gue akan memberikan beberapa saran Cara Keluar dari Friendzone:

1. Tahu Batas
Antara friendzone dan lovezone, selisihnya tipis banget. Dapat dibilang bahwa lovezone adalah tahapan sebelum friendzone. 

Cowok yang masuk dalam zona friendzone maupun lovezone akan sama-sama dicintai oleh cewek tersebut dan disayangi. Perbedannya, cinta cewek tersebut untuk seorang cowok yang berada di friendzone akan lebih besar daripada yang berada di lovezone. Asyik memang kedengarannya, dicintai melebihi cintanya untuk sang belahan hati. Namun konsekuensinya seperti yang kita tahu, teman-teman, bahwa seseorang yang berada di friendzone tidak dapat menjadi belahan hati sang cewek. Dia hanya akan menjadikan sang cowok "friendzone" sebagai tempat untuk curhat di saat susah dan akan dilupakan jika sang cewek sedang jatuh cinta. Titik.

Maka dari itu, gue menyarankan supaya lo tahu diri dan tidak keblablasan bersikap agar tidak dimasukkan ke dalam friendzone, salah satunya adalah dengan tidak terlalu baik kepada gebetan.

Lah, bukannya tujuan dari PDKT adalah sok baik dengan gebetan?

Memang, tapi berdasarkan pengalaman naas gue selama ini yang selalu-sukses-ditolak-gebetan-dan-malah-dijadikan-sahabat, gue menemukan satu teori bahwa cewek dapat sangat sayang kepada seorang cowok dan tidak pernah ingin melepaskannya. Makanya daripada dia menjadikan cowok itu sebagai pacar yang kemungkinan besar berakhir putus, maka si cewek lebih memilih untuk menjadikan si cowok sebagai sahabatnya, yang tidak mempunyai alasan untuk meninggalkannya.


2. Yakinkan Bahwa Lo Ingin Status "Pacaran", bukan "Kakak-Adekan"
Saat proses PDKT, lo harus dapat meyakinkan kepadanya bahwa lo tidak ingin masuk ke zona friendzone. Lo ingin menjadi seorang yang dicintai layaknya Romeo dan Juliet, bukan seperti Stuart dan tikusnya. 

Maka dari itu, serang dia dengan pasti. Saran gue, ada baiknya di beberapa kesempatan lo menggodanya dengan kata-kata mesra seperti, "Udah makan, sayang?", "Lagi ngapain, pujaan hatiku?" kalimat tersebut mungkin terdengar gurauan jika sedang diucapkan oleh dua orang tanpa status. Tapi setidaknya lo sudah berusaha. Dan jika si gebetan peka, seharusnya dia mengerti.

Cara tersebut masih belum berhasil? Mari kita lanjut ke saran berikutnya yang agak riskan, sentuhan fisik. Berikanlah dia sedikit sentuhan fisik setiap ada kesempatan, seperti membelai rambutnya atau tatap matanya dalam-dalam. Mahkluk selembut wanita seharusnya sudah mengerti akan kode ini.

Dia masih belum mengerti juga? Cara terakhir, belai dadanya.

Dia pasti ngerti.


3. Jauhi Dia
Setelah sering menggodanya, membelai rambutnya setiap ada kesempatan, dan bahkan sudah membelai dadanya, ternyata dia masih saja tidak mengerti bahwa lo ingin menjadi belahan hatinya. Malah yang ada dia jadi horny dan memasukan lo ke friendzone-nya karena ingin dadanya terus-terusan dibelai.

Selamat, sekarang lo udah masuk ke dalam neraka tidak berujung bernama friendzone. Akhirnya pilihan yang tersisa tinggal dua: Meninggalkannya dan mencoba beralih ke orang lain, atau tetap melanjutkan hubungan ini dengan status "saudara". It's all your choice.

Tapi setidaknya biarkan gue memberitahu, bahwa menjalani hubungan yang bertepuk sebelah tangan adalah perasaan paling menyakitkan yang pernah ada. Manusia terbuat dari cinta, dan mereka akan hancur ketika tidak memilikinya.

At least, let me tell ya somethin. Walaupun friendzone terdengar mengerikan, ada beberapa kejadian dimana seseorang yang teguh dan rela berjuang dalam zona friendzone, akhirnya dapat lepas dan masuk ke dalam lovezone cewek tersebut. Malah dari beberapa pengakuan orang, mereka yang sukses masuk ke dalam lovezone dari sebelumnya friendzone akan memiliki kesempatan lebih besar untuk menikah dengan cewek tersebut, karena sudah mengetahui sifat-sifatnya dari dulu. Beda dengan cowok jaman sekarang yang kebanyakan baru kenalan satu minggu, lalu meninggalkan sang cewek lengkap dengan tanda di rahimnya. Cowok-cowok inilah yang seharusnya impoten.

Konklusinya, cinta tidak dapat dijelaskan atau dicari trik-triknya. Jika lo sudah masuk ke dalam zona friendzone seorang cewek, jangan terburu-buru meninggalkannya, dan jangan terlalu lama berada di dalamnya. Pikirkan matang-matang. Selalu Ikuti suara hati, dan percayalah.


Keren.

You Might Also Like

2 Komentar

Mari berkomentar agar hati senang

Subscribe