Surat Terbuka untuk Presiden Indonesia Coming Soon

18.58

Mengesampingkan persaingan ketat antara pak Kotak dan pak Bowo, tidak peduli siapa yang terpilih diantara mereka, gue ingin menuliskan aspirasi gue dalam bentuk surat terbuka:

Dear Pak Presiden Wanna be,

Pertama-tama saya ucapkan selamat karena Anda telah berhasil memenangkan Pilpres Kali ini, entah karena janji-janji Anda lebih maut dari pasangan lain, ataupun Anda menang karena "Rhoma Irama Effect". Apapun alasan kemenangan anda, sekali lagi saya ucapkan selamat.

Karena telah berhasil menduduki kursi panas Who Want's to be A Millionare... Maaf, maksud saya kursi orang nomor satu di Indonesia, maka ada baiknya Bapak mulai berpikir untuk menyelesaikan masalah-masalah yang kebanyakan dialami rakyat Indonesia, yang akan saya bahas di bawah. Sebelum melanjutkan ke inti permasalahan, saya ingin memberitahu bahwa saya tidak memasukkan isu kebocoran dana seribu triliyun kedalam masalah yang akan dibahas dibawah karena isu tersebut belum tentu benar. Dan kalaupun benar terjadi kebocoran dana, saya rasa hal itu masih belum seberapa parah jika dibandingkan yang bocor adalah PAM, karena akan mengakibatkan seluruh rakyat Indonesia tidak mandi selama beberapa hari dan menimbulkan polusi udara yang beracun.

Adapun masalah pertama yang ingin saya bahas adalah masalah sistem pendidikan kita. Apakah bapak pernah merasakan bagaimana rasanya membawa tas berisi buku-buku pelajaran yang kadang lebih berat daripada orang yang membawanya? Rasanya perih, Pak. Setelah dipaksa menghadapi masalah tanggal tua, di-PHP wanita, harga paket chatting yang semakin mahal, sekarang kami malah dipaksa untuk menanggung beban tas di punggung kami yang saya yakin jika tas tersebut dijadikan alat untuk melawan anjing liar, maka kepala anjing tersebut akan pecah hanya dalam sekali ayunan tas. Untuk menyikapi kehebatan tersembunyi tersebut, saya usulkan supaya tas sekolah siswa dijadikan alat perang nasional untuk melawan para penjajah dikemudian hari. Mari kita berharap supaya tidak akan ada penjajah lagi di Indonesia untuk selanjutnya, karena saya kasihan kepala mereka harus bocor karena berhadapan dengan tas --- senjata pembunuh massal kita.

Yang kedua, saya harap bapak dapat mengatasi infotainment kita yang semakin hari isi beritanya semakin menakutkan. Saya ambil contoh fakta seorang artis sedang terkena penyakit demam. Besoknya, judul yang tertampang di infotainment: "Seorang artis sedang berjuang melawan kematian setelah diserang oleh sekumpulan ular Kobra beracun." Menjengkelkan bukan, pak? Sama, saya juga jengkel. Ada baiknya saya kira Bapak untuk berani memperingatkan atau langsung menutup infotainment tersebut jika Bapak ingin meniru Van Helsing.

Yang terakhir, saya ingin berkeluh kesah tentang sinetron Indonesia yang kerap mempunyai ending hingga beratus-ratus, dan malah ribuan episode, terutama sinetron Tukang Bubur Naik Haji. Apakah Bapak tidak merasa kasihan dengan si tukang bubur? Setelah tiga tahun berjualan bubur sampai sekarang, dia masih saja belum dapat memenuhi hasratnya naik haji untuk ke-empat kalinya. Daripada dia melanjutkan berjualan bubur dan tidak henti-hentinya membuat kita semua jenuh, ada baiknya saya sarankan supaya Bapak mendanai naik haji si tukang bubur untuk yang ke-empat kalinya, atau malah si tukang bubur kita deportasi saja ke Arab Saudi selamanya agar dia berjualan bubur disana sekaligus naik haji setiap hari.

Saya kira cukup surat saya sampai disini. Saya takut jika dilanjutkan, surat saya dapat dibukukan saking banyaknya yang ingin saya curhatkan kepada Bapak. Jika anda ternyata benar-benar membaca surat ini, saya mohon untuk menimbang permasalahan diatas. Terkahir saya ucapkan terima kasih dan tetap semangat mendukung Julia Perez supaya direstui dengan Gaston Castano.

Hormat saya,
Michael "Yang Tersakiti" Christian

You Might Also Like

5 Komentar

  1. Balasan
    1. Lebih fun kalo bener-bener terealisasikan :/

      Hapus
    2. follback twitter dong firduck *nerd*

      Hapus
  2. hahahaha ngakak, blognya keren nih....

    BalasHapus
  3. Perlu dibaca nih sama Mr. Jkw & Mr. Prab. Hehehehe

    BalasHapus

Mari berkomentar agar hati senang

Subscribe