Masalah Konyol Yang Hanya Terjadi di Indonesia

20.49

Indonesia, negeri tercinta kita ini. Negeri seribu satu pulau dengan seribu satu masalah pula. Semua keindahan alam ada di Indonesia, mulai dari pantai, gunung, atau bahkan samudera. Tidak kalah, semua masalah ada di indonesia, mulai dari korupsi, maling, memperkosa, atau bahkan maling sambil memperkosa. Ada.

Kita sebagai para PJISC (Pasukan Jomblo Indonesia Sehat Cihuy), tentu sudah sangat mengenal masalah-masalah (super) konyol yang terjadi di Indonesia.

Tapi, ternyata dari masalah-masalah (super) konyol di Indonesia, ada beberapa masalah yang ternyata (super duper) konyol di Indonesia. Dijamin masalah ini tidak pernah dialami oleh negara lain. Berikut masalah-masalahnya:


1. Buruh Minta Gaji 3,7 Juta Rupiah Perbulan


Para buruh di seluruh Indonesia melalui perwakilannya mengajukan suatu tuntutan yang dapat menyebabkan para investor gagal ginjal, mereka menuntun kenaikan gaji mereka menjadi 3,7 juta Rupiah.

Apa maksudnya ini? Gaji kebanyakan lulusan S1 aja berkisar antara 3-4 juta perbulannya. Sedangkan buruh yang pendidikannya hanya antara sampai SD-SMA (sukur-sukur kalo sempet SD) menuntut gaji 3,7 juta? Indonesia akan bangkrut dalam hitungan bulan.

Yang bikin gue heran adalah rincian komponen buruh meminta naik gaji:

1. Perumahan
Sewa rumah (3 petak)/cicilan rumah tipe 36 sebesar Rp 750 Ribu. Kemudian perabotan rumah 30 item di antaranya kasur, dipan, sprei, meja, lemari, dispenser, mesin cuci, kipas angin, perlengkapan makan seharga Rp 300 ribu. Biaya listrik 900 VA Rp 100 ribu dan air PAM untuk keperluan mandi dan rumah tangga Rp 100 ribu.

2. Transportasi
Dua kali naik angkutan umum (pulang-pergi) dengan hitungan 2 x Rp3.000 atau Rp12.000. TransJakarta (pulang-pergi) yaitu 2 x Rp 3.500 atau Rp 7.000, dengan total satu bulan Rp 570 ribu.

3. Makanan dan Minuman
Makan pagi (nasi uduk telor) Rp 5.000 x 30 hari atau Rp 150 ribu. Makan siang (nasi soto) Rp 9.000 x 30 hari atau Rp 270 ribu. Makan malam (nasi goreng) Rp 8.000 x 30 hari atau Rp 40 ribu. Buah-buahan Rp 100 ribu.

Minuman 1 kali minum teh Rp 2.000 x 30 hari atau Rp 6.000. 1 kali minum kopi Rp 2.500 x 30 hari atau Rp 75 ribu. Aqua Rp 3.000 x 30 hari atau Rp 90 ribu. Susu Rp 2.500 x 30 hari atau Rp75 ribu, dengan total Rp 300 ribu.

4. Sandang seperti pakaian, celana, kaos, sepatu, kemeja, handuk, perlengkapan ibadah, jam tangan, jam dinding, tas kerja dan lainnya total Rp 300 ribu.

5. Pendidikan seperti langganan koran atau tabloid total Rp 15 ribu.

6. Kesehatan seperti sabun, pasta gigi, bedak, deodorant, sampo, suplemen obat, potong rambut dan lainnya total Rp 150 ribu.

Jika dijumlah dari poin 1 sampai dengan 6, totalnya mencapai Rp 3.070.000. Belum lagi ditambah rekreasi dan tabungan atau 3 persen dari total sebesar Rp 100 ribu menjadi Rp 3.170.000.

Jika menghitung UMP berdasarkan UU Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, maka UMP atau UMK yang telah dihitung tadi sebesar Rp3.170.000 ditambah dengan KHL rata-rata 4 persen, produktivitas sebesar 6 persen, inflasi 9 persen.

Kemudian, 19 persen dari KHL Rp602 ribu dan KHL ditambah produktivitas pertumbuhan ekonomi dan inflasi ditambah 19 persen KHL, maka total jumlahnya sebesar Rp 3.772.000.

Gaya hidupnya ngalah-ngalahin presiden. Komentar gue cuma satu, kenapa dulu para buruh ga belajar dengan tekun di sekolah untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih berbobot sehingga mendapat gaji yang besar? 


2. Kerusuhan Mahasiswa


Mahasiswa = Pelajar Tingkat Akhir = Paling Gede = Paling Pinter. Tapi kenapa justru Mahasiswa yang notabe merupakan pelajar paling pinter yang hobi demo, sedangkan pelajar kecil seperti siswa SD yang ga pernah bikin rusuh?

Mahasiswa, karena saking hebatnya, mereka merasa diri mereka paling benar dan tidak segan melakukan unsur kekerasan dalam setiap kegiatan unjuk rasanya. 

Dengan bangganya, mereka akan mengenakan jas kampusnya dan berteriak ke arah polisi yang berjaga. Jika mereka sudah memanas, mereka tidak akan segan-segan melukai para polisi dan bahkan tidak jarang ada polisi yang terbunuh. Ini bukan perbuatan calon penerus bangsa, ini perbuatan calon sampah Indonesia. Mental kriminal.


3. Sendal Jepit


Tentunya masih segar di ingatan kita, bagaimana sendal seharga 50.000 Rupiah dapat membuat seorang oknum TNI menghajar beberapa anak dengan brutalnya. 

Ini yang dinamakan penyalahgunaan jabatan. Oknum TNI yang harusnya melindungi setiap warga Indonesia dengan segenap jiwa dan raganya, malah menghajar warga Indonesia yang harusnya dilindungi tersebut, hanya karena kabarnya mencuri sendal murahan tersebut.

Tentara seperti itu, palingan kalo terjadi perang langsung mudik menyelamatkan diri.


Sekian masalah-masalah aneh yang hanya terjadi di Indonesia. Memang masih banyak masalah lainnya, tapi menurut gue paling konyol dari semuanya.

Salam Jomblo,

You Might Also Like

2 Komentar

  1. tambhkna dengan bahasa terbaru. bahasa anak alay.haha

    BalasHapus
  2. Mohon maaf sebelumnya kalau ada kesalahan..

    Mau memberi sedikit komen untuk ulasan nmr 2 (kerusuhan mahasiswa), gpp ya :)

    Mungkin kalimat :"tidak jarang" ada polisi yang terbunuh, rasanya kurang begitu tepat.
    Karena sebagai seorang yang awam, saya akan menafsirkan kata "tidak jarang", tersebut dengan arti "sering."

    Sedangkan pada kenyataannya (berdasarkan informasi yang saya baca dan lihat di media cetak maupun elektronik, selama ini), kejadian tersebut sangatlah jarang terjadi.

    Itu aja dan sekali lagi... maaf ya kalau salah :)

    BalasHapus

Mari berkomentar agar hati senang

Subscribe