Buat Apa Ujian Nasional Itu?

16.14

Kegalauan hebat terjadi di Indonesia, tetapi bukan untuk para fakir asmara seperti gue, melainkan para pelajar Indonesia yang telah 3 tahun lamanya bersekolah dan akhirnya menghadapi ujian terakhir sebelum mereka naik ke jenjang berikutnya.

Pertanyaan gue sederhana dan singkat. "buat apakah diadakan Ujian Nasional itu?"

Memang, kalo dipikir pake logika, Ujian Nasional itu seperti tes terakhir untuk mengetahui apakah kita siap atau gak naik ke jenjang berikutnya, kalo dipikir-pikir Ujian Nasional ini bukan game Mario Bros yang bisa naik levelnya.

Jujur, gue iba karena kondisi ini, maksud gue, gue iba karena kondisi gue terlalu lama menjomblo. Eh bukan, gue iba kenapa nasib para pelajar harus ditentukan oleh selembar kertas sakti yang diperiksa melalui komputer?

Bukannya gue ngomong pemerintah salah, gak, gue ga ngomong begitu, cuma ada beberapa faktor UN yang menyebabkan gue sangat tidak setuju. Ini dia:






1. Masa Depan Kita Ditentukan Oleh Selembar Kertas 

Kalo dipikir, apa gunanya kita sekolah sampai 3 tahun lamanya, setiap hari ke sekolah, setiap hari diajari ilmu baru, setiap hari Senin upacara sampe ketiak bau, setiap hari galauin mantan. Apa gunanya itu semua kalo ternyata kelulusan kita hanya ditentukan oleh secarik kertas HVS?

Menurut gue guru yang harusnya menentukan apakah kita lulus atau tidak. Kenapa? karena guru yang tau persis apakah kita pantas atau tidak diluluskan. Masih tanya kenapa? ya iyalah guru udah bertaon-taon sama kita, beda dengan pemerintah yang kepo nentuin kita lulus atau gak.

2. Bahan UN Sangat Tidak Masuk Akal 

Pikirin aja, siapa yang sanggup ngapalin semua bahan dari kelas awal sampe 3 taon? bayangin 3 taon= 157 minggu. Kalo seminggu kita belajar 1 bab, berarti pas UN kita ngapalin 157 bab gitu? 1 bab bisa 10 lembar, jadi bisa 1.570 lembar gitu kita apalin buat 1 mata pelajaran? 

Cukup sudah semua penederitaan gue ini, gue udah capek dan tersakiti karena status gue yang ga pernah berubah, jangan ditambah dengan beban UN ini lagi.

Apakah Departemen Pendidikan itu sanggup ngerjain semua soal dengan benar? gue penasaran dengan muka mereka kalo disuruh ngerjain soal sebegitu banyaknya. Ga heran juga kenapa banyak orang berhenti sekolah. Karena mereka capek disakiti oleh mantan-mantannya! eh, bukan, maksud gue karena ga lulus UN.

3. UN Hanya Menghabiskan Kas Negara

1 kali UN = 5 lembar fotokopian soal, 5 lembar = Rp.1000 x 200 siswa satu sekolah x 10.000 sekolah yang mengikuti UN = 2 Milliar hanya untuk 1 hari UN. Jadi setaon total bisa abis 10 M lebih hanya buat UN. Fantastis, mengingat banyak kaum misin yang sangat memutuhkan uang demi kelangsungan hidupnya.

Lagipula, apakah karena UN itu yang lulus itu jadi pinter? gak. Mereka pake kunci dan nyontek semua. Buat apa ulangan sehari menghabiskan dana 2 M tapi yang mengikuti itu mencontek semua kebanyakan? mending hapuskan UN, uang untuk rakyat miskin yang membutuhkan, dan pelajar tidak strees sehingga tidak menambah daftar pasien di RSJ.


Ya, itu cuma pendapat gue tentang UN, kalo ada instasi pemerintah yang baca blog gue ini, mohon maaf, ini cuma saran dan kritik. Bukan penghinaan.

Yah, lagipula kalo cuma dengan posting gue ini, apa yang bisa gue perbuat? gue cuma seorang jomblo yang hobi shampoan sampe nyanyi di kamar mandi. Bukannya orang yang punya kuasa di Indonesia.

Semoga kedepannya, pikiran para pejabat kita yang katanya sangat super luar biasa yang terpilih hanya karena hafal Pancasila itu lebih terbuka pikirannya.

Salam Jomblo,
@RelaxAja

You Might Also Like

2 Komentar

Mari berkomentar agar hati senang

Subscribe